Manna, Bengkulu Selatan; Kekompakan warga 6 Desa dengan aparat kepolisian Resort Bengkulu Selatan untuk mengatasi jembatan gantung yang menghubungkan dengan 3 Desa yaitu Desa Penandingan Kecamatan air Nipis, desa Muara Danau, dan Desa Padang Lebar Kecamatan Seginim. Pengrehaban papan lantai jembatan yang sudah rusak dah bahkan jembatan gantung tersebut nyaris tidak bisa dilewati warga.

jembatan

Wadimin salah seorang tokoh masyarakat Seginim bersama Kapolsek Seginim AKP Tabroni melakukan sebuah terobosan cemerlang dan disambut baik oleh warga dari 6 Desa yaitu Desa Babatan Ulu, Desa Babatan Ilir, Desa Suka Bandung, Desa Padang Lebar, Desa Muara Danau Kecamatan Seginim dan Desa Penandingan Kecamatan Air Nipis untuk melakukan kerja bhakti dengan mengdepankan rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

“Ini bermula ketika hendak mengunjungi salah satu Desa di Seberang jembatan Babatan, namun sayangnya kendaraan roda empat tidak bisa lagi untuk melewati jembatan gantung yang panjangnya mecapai 80 meter tersebut karena sudah banyak papan jembatan rusak dan bahkan hancur. Dari situlah timbul ide untuk mengajak masyarakat melaksanakan gotong royong untuk mengganti papan lantai jembatan gantung tersebut,”ujar Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, SIK melalui Kapolsek Seginim ketika dijumpai awak media dilokasi jembatan gantung Desa Babatan.

jembatan-1

Dilanjutkan Kapolsek, setelah melakukan persiapan selama dua minggu, akhirnya hari ini pengerjaan dalam rangka penggantian papan lantai jembatan gantung Desa Babatan Kecamatan Seginim terlaksana. Masyarakat dari 6 Desa bersama puluhan personil Shabara Polres BS dan Anggota Polsek Seginim berbaur bersama-sam melakukan kerja bhakti.

Hal senada juga diungkapkan Wadimin, yang menghaturkan banyak terimakasih kepada Polres Bengkulu Selatan, Polsek Seginim serta Masyarakat dari 6 Desa yang telah bersama-sama memberikan sumbangan yang sangat positif bagi Bengkulu Selatan dan untuk kepentingan bersama dalam hal penggantian papan lantai jembatan gantung Desa Babatan.

jembatan-3

“Semua material ini merupakan swadaya masyarakat dari 6 Desa di Kecamatan Seginim dan Kecamatan Air Nipis. Namun sangat disayangkan, pekerjaan sudah hampir rampung, belum nampak petugas dari 2 Kecamatan tersebut untuk bersama-sama dengan masyarakat melakukan gotong royong,”ungkap Wadimin.

Menurut Wadimin, Sebelumnya pemberitahuan sudah disampaikan ke masing-masing Kecamatan, dan kami juga tidak tahu mengapa dari pihak kecamtan tidak merespon kerja yang sangat baik ini.

jembatan-4

“Semestinya sebagai warga Bengkulu Selatan yang ditugaskan untuk memimpin Kecamatan di wilayah Seginim dan Air Nipis merasa malu dengan Kapolres. Kapolres yang kerjanya sibuk pun masih menyempatkan diri untuk melihat kebersamaan antara anggota kepolisian dengan masyarakat. Namun tak satu camat pun yang hadir untuk menyaksikan kerja bhakti ini,”terang Wadimin.

Budaya gotong royong dan kekeluargaan ini memang harus lebih di galakan lagi, sehingga menimbulkan rasa nasionalise, patriotismedan tetap terjalin rasa persatuan dan kesatuan antar sesama.(SAR)