Sukarni Dunip, SP. M.Si Kepala Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan (memakai Topi) Bersama Camat Pino Raya Efredy Gunawan.

Manna, Bengkulu Selatan; Pembangunan infrastruktur yang belum merata di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, membuat 7 Desa rentan rawan pangan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan Sukarni Dunip, SP, M.Si ketika dijumpai diruang kerjanya.

Dikatakannya, ke-7 Desa tersebut tersebar di tiga Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan. Kecamatan Pino Raya ada 4 Desa yang rentan rawan pangan yaitu, Desa Cinto Mandi, Desa Telago Dalam, Desa Kembang Seri dan Trans UPT Tanjung Aur II. Sedangkan untuk di Kecamatan Seginim yaitu Desa Muara Danau dan Desa Padang Lebar. Untuk Kecamatan Air Nipis yaitu Desa Suka Maju.

“Kami dari Dinas Ketahan Pangan, beberapa waktu yang lalu melakukan kunjungan ke 7 Desa tersebut, dan didapati bahwa 7 Desa tersebut rentan rawan pangan, hal ini disebabkan karena infrastruktur jalan yang belum memadai hingga memicu kenaikan harga barang keperluan sehari-hari mncapai Rp.3000,- dari harga pasaran secara umum,”ujar Sukarni.
Ditambahkan Sukarni, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dikoordinasikan dengan dinas terkait, untuk mengatasi masalah ini.

“Sebagai Contoh, diwilayah trans UPT Tanjung Aur II selisih harga kebutuhan sehari-hari mencapai Rp.3000,- dari harga pasaran umum, sementara untuk Desa lain selisih harga hanya sebesar Rp.1000,-. Sementara ketika masyarakat akan menjual hasil pertanian atau perkebunan dibeli oleh para penampung atau tokeh dengan harga yang jauh lebih murah karena alasananya karena jalan yang belum memadai,”Demikian Sukarni.(SAR)