Bengkulu Selatan, Bengkulu; Ra (32) warga Desa Palak Bengkerung Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan divonis 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp.1oo juta subsider lima bulan atas tuduhan Ra terbukti melakukan hubungan persetubuhan dan perampasan serta pengacaman terhadap korbannya.
Vonis majelis hakim 2 tahun lebih tinggi dari tuntutan JPU 10 tahun penjara. Hal ini disampaikan Asnawi, SH panitera Pengadilan Negeri Bengkulu Selatan.
“Terdakwa Ra sudah terbukti melanggar pasal 81 ayat (1) junto 76 huruf D Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan terhadap UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Saat pembacaan keputusan oleh majelis hakim yang dipimpin M. Iman, SH terdakwa belum ada pertanyaan untuk mengajukan banding,”terang Asnawi.
Sekedar untuk mengingatkan Ra ditangkap pada minggu malam (8/5/16) oleh anggota Buru Sergap (Buser) Polres Bengkulu Selatan atas laporan keluarga korban bahwa tersangka (tsk) sudah 3 kali melakukan perbuatan layaknya suami istri dan apabila korban menolak atau melaporkan hal tersebut maka tsk akan menghabisi nyawa korban.
Berdasarkan keterangan tsk pertama kali melakukan perbuatan bejat tersebut pada 24 Juli 2016 sekira pukul 21.00 wib dengan cara menghadang korban saat pulang sekolah dan diajak oleh tsk untuk menginap di tempat kos tsk. Begitu juga pada kejadian yang ke dua pada bulan Mei 2016 dengan cara yang sama korban diajak nginap di tempat kos tsk. Sementara kejadian yang ketiga masih di Bulan Mei 2016 tsk menghadang korban saat akan berangkat ke sekolah. Bukan hanya kesuaian koraban yang direnggut tsk juga mengambil perhiasan korban yaitu anting-anting seberat 0,5 gram, handphone merk samsung dan uang tunai sebesar Rp.1,5 juta sehingga korban ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp.2,5 juta.
Atas perbuatan tersebut korban bersama pihak keluarga melaporkan tsk kepada pihak yang berwajib. (SAR)