Septian Erwadi, ST, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Dan Kawasan Pemukiman Bengkulu Selatan

Manna, Bengkulu Selatan; Bantuan dana yang bersifat stimulan yang dikucurkan melalui dana DAK APBN tahun 2017 untuk Kabupaten Bengkulu Selatan pada kegiatan Bantuan Rumah Swadaya bagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 662 unit, sudah merealisasikan untuk pendistribusian material melalui pihak toko rekanan yang nota bene adalah toko hasil survey dari masyarakat.

Uniknya dalam pendistribusian material tersebut, banyak yang tidak sesuai dengan apa yang dipesan atau dibutuhkan oleh masyarakat penerima bantuan untuk tahap I. Sehingga masyarakat yang pada awalnya berharap material tahap I ini merupakan langkah awal untuk memulai pekerjaan perbaikan RTLH nya namun karena tidak sesuai dengan pesanannya maka harus tertunda.

Sepertihalnya Ny.TAIMAH (70) yang pada tahap I ini memesan seng gelombang karena rumahnya membutuhkan pergantian pada atap namun material yang diterima berupa pasir dan semen. Begitu juga halnya dengan WAWAN warga Jalan Veteran yang pada tahap I memesan batu bata untuk perbaikan pada dinding rumah namun batu bata yang diterima hanya sebanyak 1000 buah sementara besi sebanyak 36 batang, padahal WAWAN tidak memesan Besi tersebut.

“Saya pada tahap I ini tidak memesan besi, tapi justru yang sampai besi sebanyak 36 batang. Kalau untuk pasir sudah sampai sebanyak 4 kubik, semen 20 zak, dan batu bata sebanyak 1000 buah,”ujar Wawan ketika dijumpai dikediamannya.

Hal hampir serupa juga terjadi di RT.02 Kelurahan Padang Kapuk dengan penerima DEDI HERMANTO (43) yang pada tahap I mengusulkan kayu dengan ukuran 6 x 12 untuk pembuatan kusen, serta paku sebanyak 4 Kg, namun material yang diantarkan kawat ikat sebanyak 4 Kg, semen 36 zak, pasir 8 kubik, krokos 3 kubik dan batu bata 1000 buah.

“Semua pesanan sebenarnya hampir sesuai dengan apa yang dituliskan pada pengusul yang lalu, hanya saja kayu untuk pembuatan kusen yang belum ada, serta paku. Justru yang diantar kawat ikat 4 kg, padahal saya tidak memesan kawat tersebut,”terang Dedi.

Menyikapi hal ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bengkulu Selatan yang dikepalai oleh Ir.Silustero, melalui Kepala Bidang Perumahan Septian Erwadi, ST melakukan pengecekan kelapangan.

“Kita sudah melakukan pengecekan kelapangan, dan memang benar adanya kekeliruan pada saat pendistribusian, oleh karena itu kami melalui fasilitator menyampaikan agar masyarakat tidak mengurangi ataupun menjualkan material yang salah dalam pendistribusian,”ujar Septian Erwadi.

Hal hampir serupa juga disampaikan oleh ketua Fasilitator Kecamatan Kota Manna Iksan, bagi masyarakat penerima bantuan yang materialnya salah dalam pendistribusian, kiranya agar bersabar dan kerjakan material yang sudah sesuai dengan pesanan.

“Kesalahan pendistribusian material ini bukan dari masyarakat, tetapi dari pihak toko selaku penyuplai material. Dan ini akan segera ditindak lanjuti dengan mengganti material yang salah,”Demikian Iksan.(SAR)