Manna, Bengkulu Selatan; Lilham warga Desa Dusun Tengah Kecamatan Seginim Bengkulu Selatan mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Kepala Desa dan Perangkatnya terkait penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2016.

Rasa kecewa ini disampaikan Lilham ketika adanya musyawarah Desa untuk pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Senin (12/12) yang lalu. Semula musyawarah BUMDes yang digelar Kades secara sepontan berubah menjadi forum tanya jawab antara Kades dan warga Desanya terkait penggunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016.

“Kami selaku warga Desa Dusun Tengah ini, baru kali ini diajak rapat oleh Kades, itupun untuk pembentukan BUMDes. Sementara untuk rapat-rapat sebelumnya kami tidak pernah dilibatkan apalagi soal pembentukan Tim Pengelolah Kegiatan (TPK),”terang Lilham.

Menurut Lilham, Anggaran dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) selama ini hanya dikelolah oleh Kades dan Perangkat Desa, sehingga menimbulkan tidak transparannya dalam hal penggunaan ADD dan DD tersebut. Hal ini dibuktikan dengan diketahuinya Sakirin selaku Kasi Pemerintahan Desa  menjabat sebagai TPK Desa, wajar bila kami menilai hal ini merupakan akal licik aparat pemerintahan Desa Dusun Tengah untuk meraup keuntungan yang lebih besar.

Namun keterangan berbeda dari Sekretaris Desa Dusun Tengah Yadam yang mengatakan bila pembentukan TPK dan pemilihan Ketua BUMDes itu cukup rapat yang dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat dan BPD.

“Pada 2015 yang lalu, BUMDes Dusun Tengah ini belum ada Akta Notarisnya dan masih dikelolah oleh Desa namun belum memiliki barang. Dan pada tahun anggaran 2016 ini baru dianggarkan untuk permodalan dan pengembangan BUMDes itupun yang menganggarkan Kepala Desa dan Ketua BPD saja,”Kata Yadam.

Rapat Desa Dusun Tengah dalam rangka pembentukan BUMDes yang m,enuai protes dari warga Desa Dusun Tengah dihadiri oleh Sekrtetaris Desa Yadam, Kasi Pemerintahan Desa Dusun Tangah yang merangkap Ketua TPK Desa Sakirin, Ketua BPD Desa Dusun Tengah Eksan Jaya, Kaur Kemasyarakatan Mihardi, Bendahara Desa Ismi, Ketua BUMDes Robet Wolter serta warga Desa Dusun Tengah.(SAR)